Jembatan Nyaris Ambruk di Jalur Strategis Batu Bara, Warga Khawatir Jadi “Bom Waktu” Keselamatan
BATU BARA — Kondisi infrastruktur di Kabupaten Batu Bara kembali menjadi sorotan. Sebuah jembatan yang berada di Jalan Lintas Kedai Sianam, Desa Guntung, Kecamatan Limapuluh Pesisir, yang menghubungkan akses menuju Perupuk, Pantai Sejarah, Kuala Tanjung hingga kawasan PT Inalum, dilaporkan mengalami kerusakan dan kondisinya mengkhawatirkan.
Pantauan di lokasi pada Rabu (9/9/2026) menunjukkan bagian badan jalan dan struktur di sekitar jembatan tampak mengalami kerusakan. Kondisi tersebut membuat pengguna jalan harus ekstra berhati-hati ketika melintas.
Jangan Tunggu Ada Korban
Kerusakan jembatan di jalur yang menjadi akses masyarakat ini bukan sekadar persoalan kenyamanan berkendara. Jika tidak segera ditangani, kondisi tersebut berpotensi membahayakan keselamatan pengendara, khususnya kendaraan roda dua maupun kendaraan yang melintas pada malam hari atau saat cuaca buruk.
Pertanyaannya sederhana: harus menunggu jembatan benar-benar ambruk dan memakan korban terlebih dahulu, baru dilakukan tindakan?
Pemerintah dan instansi terkait dinilai perlu segera turun ke lapangan untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap konstruksi jembatan serta mengambil langkah pengamanan apabila ditemukan bagian yang sudah tidak layak dilalui.
Jalur Penting, Jangan Dibiarkan
Jalan tersebut memiliki arti penting bagi mobilitas masyarakat karena menjadi salah satu akses menuju kawasan Perupuk, Pantai Sejarah, Kuala Tanjung dan kawasan industri PT Inalum.
Kerusakan infrastruktur pada jalur seperti ini tentu tidak boleh dianggap sepele. Selain menyangkut keselamatan warga, kondisi jalan dan jembatan juga berkaitan dengan kelancaran aktivitas ekonomi serta mobilitas masyarakat.
Warga berharap Pemkab Batu Bara bersama instansi berwenang segera melakukan pengecekan dan mengambil langkah konkret sebelum kerusakan semakin parah.
Jangan sampai suara peringatan warga baru terdengar setelah terjadi kecelakaan. Infrastruktur rusak bisa diperbaiki, tetapi nyawa manusia tidak dapat dikembalikan. (Red)
