Tambahan Pos Damkar Tak Seimbang dengan Personel, Satpol PP Batu Bara Minta Solusi Pemkab
Batu Bara – Keterbatasan personel menjadi persoalan serius yang tengah dihadapi Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Batu Bara. Di tengah meningkatnya kebutuhan pelayanan masyarakat, khususnya dalam penanganan kebakaran, Satpol PP terpaksa bekerja ekstra karena jumlah personel yang tersedia dinilai jauh dari ideal.
Kepala Satpol PP Kabupaten Batu Bara, Ronald F. Siahaan, Kamis (5/3/2026), mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengajukan penambahan personel kepada Bupati Batu Bara. Permintaan tersebut terutama untuk mendukung operasional Unit Pemadam Kebakaran (Damkar) yang berada di bawah naungan Satpol PP.
Menurutnya, kebutuhan personel semakin mendesak setelah jumlah pos Damkar di Kabupaten Batu Bara bertambah dari sebelumnya hanya 4 pos menjadi 7 pos.
“Untuk mengatasi kekurangan personel, kami sudah mengajukan penambahan kepada Bupati, khususnya tenaga pengemudi yang memahami mesin mobil pemadam kebakaran,” ujar Ronald.
Ia menjelaskan, secara ideal seluruh 12 kecamatan di Kabupaten Batu Bara harus memiliki pos pemadam kebakaran agar penanganan kebakaran dapat dilakukan dengan cepat dan tepat.
Namun kondisi saat ini masih jauh dari harapan. Meski sudah ada 7 pos Damkar, keterbatasan personel membuat operasional di lapangan belum maksimal.
Saat ini, pos Damkar yang telah beroperasi berada di Pagurawan (Medang Deras), Desa Sipare-pare Air Putih, Bah Bolon Air Putih, Lima Puluh, Talawi, Tanjung Tiram, dan Sei Balai.
Ke depan, Satpol PP merencanakan penambahan 5 pos Damkar baru di sejumlah kecamatan, yakni Lima Puluh Pesisir, Datuk Lima Puluh, Laut Tador, Nibung Hangus, dan Datuk Tanah Datar.
Namun rencana tersebut menghadapi kendala serius. Ronald mengungkapkan bahwa usulan penambahan personel sementara waktu dipending oleh Bupati Batu Bara karena kondisi keuangan Pemerintah Kabupaten yang saat ini masih mengalami defisit.
Meski demikian, pihaknya tetap berharap pemerintah daerah dapat segera mencari solusi agar kebutuhan personel Damkar dapat terpenuhi.
Salah satu opsi yang diharapkan dapat dipertimbangkan adalah memanggil kembali puluhan personel yang sebelumnya dirumahkan, sehingga dapat kembali membantu pelayanan di tengah masyarakat.
“Satpol PP yang juga membawahi Damkar sangat bersentuhan langsung dengan masyarakat, baik dalam penanganan kebakaran, penertiban keributan, maupun penjagaan rumah dinas. Karena itu, penambahan personel sangat mendesak agar pelayanan kepada masyarakat bisa berjalan optimal,” tegas Ronald.
Dengan luas wilayah serta jumlah kecamatan yang cukup banyak, keberadaan personel Damkar yang memadai dinilai menjadi kebutuhan vital. Tanpa dukungan sumber daya manusia yang cukup, upaya perlindungan masyarakat dari ancaman kebakaran dikhawatirkan tidak dapat berjalan maksimal. (Red)
