Juanda Klarifikasi Pemberitaan: Tak Ada Usaha Rental, Tak Ada Uang Saya Terima
Asahan | Juanda Naya Dikara Lubis angkat dan membantah keras seluruh tuduhan yang dimuat dalam pemberitaan berjudul kisah pilu seorang wanita di Kisaran yang menuding dirinya telah menipu dan menguras harta hingga Rp130 juta.
Juanda menegaskan bahwa pemberitaan tersebut telah mencemarkan nama baik, merusak kehormatan pribadi, serta membangun opini publik seolah-olah ia adalah pelaku kejahatan, padahal fakta sebenarnya sangat berbeda.
“Saya tidak pernah memiliki hubungan bisnis rental mobil, tidak pernah meminta, apalagi menerima uang dari Elis Novi Handayani sebagaimana yang diberitakan. Itu tidak benar,” tegas Juanda saat ditemui awak media, Selasa (27/1/2026).
Uang Bukan Masuk ke Rekening Saya
Juanda mengungkapkan bahwa dalam persoalan penggadaian mobil, uang hasil gadai tidak pernah masuk ke rekening dirinya, melainkan masuk ke rekening atas nama Elis Novi Handayani sendiri.
“Saya hanya menemani. Uang hasil gadai mobil itu masuk ke rekening Elis sendiri, bukan ke rekening saya. Ini bisa dibuktikan secara perbankan. Kalau saya dituduh menerima atau menguasai uang itu, itu adalah kebohongan besar,” ujarnya.
Dengan demikian, narasi bahwa Juanda telah menguasai puluhan hingga ratusan juta rupiah dinilai sebagai rekayasa sepihak yang tidak berdasar hukum maupun fakta transaksi.
Poto: Elis Novi Handayani
Tidak Pernah Janjikan Usaha Rental
Juanda juga membantah keras klaim bahwa dirinya mengajak atau membujuk korban membuka usaha rental mobil.
“Saya tidak pernah menjanjikan usaha rental, tidak pernah menyuruh menggadaikan mobil, apalagi mengatur ke mana uangnya harus dipakai. Itu semua adalah keputusan pribadi Elis,” katanya.
Keberatan Foto Berseragam Komponen Cadangan Dipublikasikan
Juanda menilai pemberitaan tersebut semakin menyesatkan karena mempublikasikan fotonya memakai seragam Komponen Cadangan (Komcad) seolah-olah dirinya menyalahgunakan atribut negara.
“Saya tidak pernah mengatasnamakan Kodim, TNI, atau Komponen Cadangan untuk urusan pribadi. Pemuatan foto berseragam itu adalah manipulasi visual yang menggiring opini publik seolah saya memakai institusi untuk menipu. Itu fitnah,” tegasnya.
Ia menyatakan keberatan keras karena hal itu telah menyeret nama institusi negara ke dalam konflik pribadi.
Diduga Ada Upaya Pembentukan Opini dan Kriminalisasi
Juanda menilai laporan dan pemberitaan yang beredar mengandung unsur pembentukan opini jahat (trial by media) dan patut diduga sebagai upaya kriminalisasi.
“Saya tidak lari. Saya tidak bersembunyi. Tapi saya juga tidak akan diam ketika nama baik saya dihancurkan dengan cerita sepihak yang penuh rekayasa,” katanya.
Siap Tempuh Jalur Hukum
Atas pemberitaan dan tuduhan yang dinilai sarat fitnah, Juanda menyatakan siap menempuh langkah hukum, baik pidana maupun perdata, terhadap pihak-pihak yang menyebarkan informasi tidak benar.
“Jika perlu, saya akan laporkan balik atas pencemaran nama baik, penyebaran berita bohong, dan penggunaan foto saya secara melawan hukum,” pungkasnya.
Redaksi mencatat bahwa klarifikasi ini merupakan HAK JAWAB resmi dari Juanda Naya Dikara Lubis sebagaimana dijamin dalam Undang-Undang Pers dan wajib dimuat secara proporsional oleh media yang sebelumnya menerbitkan tuduhan sepihak.
Reporter: Alwi

